in Gas Distribution

Desain Bak Valve untuk Mencegah Genangan Air

tutup-bak-01Bak valve merupakan suatu fasilitas penting sebagai tempat valve. Adanya bak valve memungkinkan operator untuk mengoperasikan dan memelihara valve yang terletak di bawah tanah. Desain bak valve saat ini masih memungkinkan air merembes ke dalam bak. Air yang merembes kemudian menggenang dan kemungkinan besar akan membahayakan fasilitas di dalamnya meskipun pipa telah dicoating dan valve sendiri telah dibungkus mastik. Air yang menggenang juga dapat merusak beton, terlebih jika air yang masuk merupakan air yang mengandung asam atau zat kimia merusak lainnya.

Desain usulan bak valve yang baru diharapkan dapat mengurangi rembesan air khususnya dari atas dan mencegah genangan air di dalam bak valve.Tutup bagian atas direncanakan berjumlah satu, tidak dua seperti yang sekarang dilakukan. Hal ini dilakukan agar celah dapat ditutup menggunakan karet seal. Karet ini akan terjepit oleh berat tutup bak valve sehingga meminimalisir celah yang dapat dilalui air dari atas.

Bagian bawah bak juga dipasang pipa 1” yang terhubung ke daerah resapan air di luar bak. Daerah resapan ini berupa tumpukan batu kerikil. Adanya daerah resapan ini akan memberikan jalan pada air untuk dapat keluar bak sehingga air tidak sempat tergenang. Dengan berkurangnya air yang tergenang di dalam bak, maka diharapkan pipa dan valve akan terlindungi dengan lebih baik, khususnya dari ancaman bahaya korosi. Selain itu umur bak valve juga diharapkan akan menjadi lebih panjang sehingga secara tidak langsung menghemat biaya untuk perbaikan bak valve.

Manfaat

Adanya air di dalam bak valve menyulitkan operator untuk mengoperasikan dan memelihara valve. Seorang operator yang ingin mengoperasikan atau sekedar melihat valve harus menguras air di dalam bak menggunakan pompa. Pompa yang digunakan menggunakan bahan baka yang tidak ekonomis. Di samping itu, hal ini merupakan salah satu faktor yang menyulitkan operator jika ingin menutup atau membuka valve dengan cepat.

Air, khususnya air hujan yang merembes dari atas, juga dapat mengandung asam. Meskipun pipa tersebut dicoating, namun apabila terdapat sedikit saja cacat pada coating, maka air dapat dengan mudah membuat pipa terkorosi. Begitu pula halnya dengan valve. Walaupun valve dimastik, belum tentu mastik tersebut 100% kedap air. Air akan menggenangi valve dan mempermudah terjadinya korosi pada valve.

Air yang bersifat asam juga akan membuat konstruksi beton menjadi cepat rusak. Beton akan terdegradasi, khususnya pada baja tulangan yang memperkuat beton sehingga berpengaruh kepada kekuatannya. Hal ini merupakan suatu kerugian mengingat rusaknya beton akan ikut turut serta berpengaruh pada struktur bak valve pada umumnya. Dengan cepatnya kerusakan beton yang terjadi maka umur bak valve akan menjadi singkat. Secara langsung hal ini akan berpengaruh pada perusahaan khususnya banyaknya perbaikan bak valve yang akan dilakukan.

Desain baru khususnya tutup bak valve ini diharapkan dapat mengurangi rembesan air yang masuk melalui tutup bak. Dengan berkurangnya rembesan air dari atas, maka genangan air di dalam bak valve dapat tereduksi. Diharapkan dengan berkurangnya rembesan air dari atas maka air tidak akan menggenang dan membuat pipa serta valve di dalamnya aman dari ancaman bahaya korosi. Selain itu, diharapkan pula dengan berkurangnya air yang masuk ke dalam bak valve akan memperpanjang umur bak valve yang berdampak langsung pada penghematan biaya perbaikan bak valve.

Desain

Desain Tutup Bak

tutup-bak-01

tutup-bak-02

Gambar Skematik Desain Bak Valve

bak-valve-tampak-atas

Ukuran x bervariasi sesuai standar yang telah ditentukan di atas pada poin 5. Dalam contoh di atas diambil ukuran 1,4×1,8 meter untuk valve 12”. Sedangkan ukuran y adalah 1,4 m untuk valve dengan diameter 2”, 4”, 6”, 8”, 10”, dan 12”, dan 1,5 m untuk valve dengan diameter 16”.

bak-valve-potongan-aa

bak-valve-potongan-bb

Desain Pipa Casing

bak-valve-pipa-casing

Gambar detail

bak-valve-pipa-casing-detail

Desain Tutup Beton

Untuk mengatasi dan menghalangi masuknya air melalui celah tutup bak, maka tutup bak didesain seperti berikut. Di antara tutup bak dan pasangan beton fix di bawahnya dipasang karet seal. Karet tersebut akan menerima beban dari tutup beton sehingga terjepit. Diharapkan dengan adanya karet seal ini celah akan tertutup rapat dan menghalangi air dari atas, seperti air hujan, untuk masuk.

bak-valve-tutup-beton

bak-valve-tutup-beton-seal

bak-valve-tutup-beton-detail

bak-valve-tutup-beton-potongan-dd

bak-valve-tutup-beton-potongan-ee

Desain Karet Seal Tutup Bak Valve

karet-seal-tampak-atas

karet-seal-potongan-ff

karet-seal-potongan-gg

Desain Pipa Saluran Air

Di bagian bawah dipasang pipa diameter 1” sebagai saluran air yang tergenang agar terbuang ke luar bak. Air akan mengalir ke daerah kerikil dan meresap ke dalam tanah. Dengan adanya daerah resapan ini maka air tergenang di dalam bak dapat terhindarkan. Berikut adalah ilustrasi bak valve dilihat dari bawah.

bak-valve-saluran-pipa-air

 

Write a Comment

Comment

  1. konsep ini sepertinya bisa diterapkan untuk tutup bak penampungan air ya? solusi bagus untuk wilayah banjir, supaya air kotor tidak masuk ke bak penampungan.