in Uncategorized

Gaya Hidup dan Merencanakan Keuangan Pribadi

lifestyleSaya sangat bersyukur. Setiap bulan, saya mendapat gaji yang cukup besar. Gaji itu cukup untuk menghidupi saya dan keluarga. Gaji tersebut sangat cukup untuk hidup di kota besar Jakarta. Bahkan, saya masih mampu menyisihkan untuk investasi.

Namun, selalu saja ada yang kurang. Semakin lama anda hidup di Jakarta, semakin anda merasakan gaya hidup anda meningkat. Dulu makan rendang, sekarang makan bistik. Dulu duduk di emperan, sekarang di cafe. Dulu naik angkot, sekarang bawa mobil sendiri. Gaya hidup merubah perilaku seseorang. Gaya hidup pula yang bertanggung jawab terhadap gaya setiap orang.

Berbicara tentang gaya hidup, hal satu ini sangat ditentukan oleh uang. Bagaimana bisa seseorang bergaya hidup tinggi jika uang yang dimilikinya pas-pasan? Lain halnya jika ia bergelimang harta, namun ingin bergaya hidup sederhana. Kita tidak berbicara kelangkaan itu sekarang. Jika dihubung-hubungkan, gaya hidup sangat berkaitan erat dengan penghasilan seseorang. Gaya hidup tak lepas dari gaji atau penghasilan.

Pertanyaan yang kemudian muncul adalah: “Apakah seluruh gaji saya terbuang habis untuk gaya hidup?” Kadang jawaban pertanyaan ini hanya Anda dan Tuhan yang tahu. Sebagai orang yang bergerak menuju arah kebaikan, izinkan saya bergumam mengemukakan pendapat. Hai teman, ketahuilah dimana posisi anda sekarang.

Pertama-tama, lakukan asesmen terhadap diri anda. Tergolong ke manakah anda? Seseorang yang lebih besar pasak daripada tiang? Atau sesosok makhluk yang sangat berhemat? Saran saya, satu hingga dua bulan ke depan, catat seluruh pengeluaran yang anda lakukan. Bahkan hingga yang terkecil sekalipun, tulislah. Kategorikan dalam dua kategori utama: Pendapatan dan Pengeluaran. Pendapatan seseorang biasa berasal dari gaji. Jika anda seorang milyuner, jenis pendapatan anda bisa bermacam-macam. Bisa saja dari hasil investasi, laba usaha, dividen saham, dan semacamnya. Namun bagi kebanyakan orang, Kategori Pengeluaran lebih kompleks. Yang saya lakukan, saya membagi pengeluaran menjadi hal-hal berikut.

Kategori Contoh
Agama Sedekah, Infaq, Zakat
Aset Barang Elektronik, Kendaraan Bermotor
Asuransi Asuransi
Baju dan Celana Baju, Celana, Seragam, Produk yang Bisa Dikenakan di Badan
Barang Barang bukan aset
Buku Koleksi Buku
Classified Rahasia
Hibah Hadiah, Hibah, Lungsuran
Hiburan Bioskop, Perjalanan
Internet Internet, Sewa Server, Domain
Investasi Investasi
Jajan Pengeluaran Makan Minum Tak Terduga, Rokok
Jasa Laundry, Potong Rambut
Keluarga Keluarga
Kesehatan Dokter, Rumah Sakit, Rawat Inap, Rawat Jalan, Obat-Obatan
Lain-Lain Adjustment, Bunga Bank, Dll
Living Sewa Rumah, Listrik, Air, Uang Kebersihan, Uang Keamanan
Makan Minum Sarapan, Makan Siang, Makan Malam Regular
Pemeliharaan Aset Pemeliharaan Aset
Pendidikan Pendidikan, Pelatihan, Kursus
Rekening Deposit, Tarik, Transfer Dana
Royal Royalitas
Telepon Pulsa Telepon
Transportasi Bensin, Tiket Pesawat, Tiket Kereta, Airport Tax, Parkir
Utang Piutang Utang atau Piutang

Kemudian, kedua: lakukan analisis. Analisa sebenarnya hanya sebuah proses interpretasi data. Dengan metode yang sederhana, kita dapat menyelesaikan tahap ini. Namun semua tergantung kepada tujuan analisa. Beda tujuan, beda pula metode yang digunakan.

Ketiga, lakukan planning. Atur secara seksama kategori mana yang ingin anda ketatkan. Jangan lupa atur pula kategori yang ingin anda maksimalkan. Sesuaikan dengan tujuan akhir anda. Saya bukan seorang perencana keuangan certified. Jika anda ingin merencanakan keuangan pribadi anda dengan lebih profesional, ada baiknya menghubungi perencana keuangan yang telah tersertifikasi. Mereka biasa bergelar RFA (Registered Financial Associate), RIFA, RFC, atau lainnya (saya kurang terlalu mendalami).

Keempat, langkah ini memerlukan kesabaran dan kedisiplinan ekstra keras. Di sinilah keseriusan anda diuji. Jika 2-3 bulan anda setidaknya membukukan hal-hal di atas, maka anda berhasil. Bagaimanapun, mengerjakan rencana yang kita buat membutuhkan komitmen. Ia membutuhkan lebih dari sekadar janji. Rencana membutuhkan realisasi, bukti konkrit.

Terakhir, petiklah buah keringat yang anda perjuangkan. Tips ini bukan tips instan. Hasilnya tidak akan kelihatan dalam 2 atau 3 hari. Bahkan dalam beberapa bulan pun tidak. Hasilnya baru dapat dirasakan tahunan. Namun percayakah anda? “Disiplin pribadi mendorong tumbuh kembangnya kreativitas”.

Jika tertarik pada topik ini, tunggu post berikutnya ya..

Write a Comment

Comment